Seberapa Penting Self-Awareness Pada Ibu?

self-awareness pada ibu

Pernah ga sih ibu ngerasa bingung sama perasaan sendiri? Kenapa sih kaya sedih banget hari ini? Atau kenapa sih kaya marah-marah terus hari ini? Padahal anak-anak juga baik-baik aja. Apa jangan-jangan ibu sendiri yang belum tahu tentang kesadaran diri atau self-awareness? Seberapa penting self-awareness pada ibu?

Materi Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Siapa disini yang belum pernah dengar tentang self-awareness? Sama sih, awalnya juga gak familiar dengan kata self-awareness atau kesadaran diri. Namun ketika ikut kelas bunda sayang batch 6 Institut Ibu Profesional, materi ini muncul di awal pembelajaran. Penasaran nih biasanya dalam kurikulum Institut Ibu Profesional, Materi yang muncul di awal adalah materi dasar sebelum masuk ke jenjang berikutnya. Jadi apa itu self-awareness?

Apa Itu Self-Awareness?

Mba Nugraheni Ariati M.PSI, seorang psikolog yang berasal dari IP Regional Balikpapan Raya selaku narasumber menjelaskan bahwa self-awareness adalah kemampuan melihat diri sendiri secara jelas dan obyektif melalui refleksi dan introspeksi.

Melihat diri sendiri secara obyektif itu kaya apa sih? Kita sebagai manusia dengan sadar memahami kekuatan dan kelemahan diri termasuk memahami emosi yang dialami secara sadar serta mengetahui cara merespon setiap emosi dengan cara yang tepat sesuai norma dan aturan yang berlaku. 

Contoh sederhananya, kita memiliki kemampuan mendeteksi perasaan yang kita alami lalu kita tahu cara memenuhi dan menyelesaikan rasa yang muncul. Misalnya kita menyadari bahwa kita haus, maka kita ambil minum untuk menghilangkan rasa haus. Atau saat kita sedih, kita mampu menerima rasa sedih itu dan memberi ruang untuk mengekspresikan rasa sedih dengan cara yang tepat, misalnya dengan menangis.

Kok Kaya berat ya? Memang sepenting apa sih self-awareness pada ibu?

Self-awareness pada ibu

Pentingnya Self-Awareness Pada Ibu

Penting tidak pentingnya sesuatu itu sesuai dengan perspektif masing-masing ibu, termasuk self-awareness. Self-awareness berhubungan dengan kemampuan menyadari emosi yang ibu rasakan. Perlu atau tidak untuk marah pada kondisi tertentu, atau perlu tidaknya ibu mengekspresikan rasa marahnya dengan cara yang sesuai norma. 

Namun, Ibu yang sehat adalah ibu yang mampu menerima bahwa mereka bukan superwomen. Ibu yang sehat adalah ibu yang menerima bahwa mereka manusia biasa. Manusia yang bisa merasa penat, letih  dan lelah dengan segala tanggung jawab yang ia emban baik sebagai ibu, istri serta makhluk sosial.

Manusia yang memiliki emosi yang ingin diterima, divalidasi serta leluasa mengekspresikan setiap emosi dengan cara yang tepat. Cara yang menghargai diri-sendiri dan orang-orang terdekat. Tidak abusive, brutal apalagi membahayakan diri sendiri dan orang di sekitar.

Manusia yang bisa melakukan kesalahan dan selalu diterima kembali dan selalu memiliki kesempatan terbuka untuk menjadi manusia yang lebih baik di masa depan.

Manfaat Self-Awareness Pada Ibu

Paham cara untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri 

Bayangkan jika setiap ibu memiliki self-awareness, ibu jadi memiliki kemampuan untuk memahami diri sendiri, ibu jadi paham cara memenuhi kebutuhan diri sendiri tanpa perlu bergantung pada orang lain.

Ketika ibu sadar sedang lelah, tentu ibu tahu harus melakukan apa, yaitu istirahat. Tanpa perlu uring-uringan atau malah menyalahkan orang di sekitar. Lalu anak-anak bagaimana? 

Itulah ibu, selalu mendahulukan urusan keluarga. Didalam keluarga yang sehat ada ibu yang memahami batas kemampuan dirinya dan memenuhi keperluannya terlebih dahulu sebelum kembali menjalankan perannya sebagai ibu.

Paham cara memvalidasi emosi dan perasaan diri sendiri

Media sosial hari ini banyak mempertontonkan orang yang haus akan validasi dari orang lain bahwa mereka sedang sedih, marah dll.

Saat kita memiliki self-awareness, kita tahu kita sedang sedih. Kita menerima kita sedang sedih. Kita mampu memvalidasi perasaan kita sendiri bahwa sedih itu normal. Manusia itu boleh sedih, asal kembali bangkit di masa depan. Bahkan dalam islam Allah menyampaikan dalam firmanNya :

self-awareness pada ibu

Allah bukan melarang kita untuk bersedih, tetapi Allah mengingatkan kita bahwa ketika kita sedang sedih, ada Allah yang selalu bersama kita. Maka Allah meminta kita untuk tidak perlu berlama-lama bersedih karena di setiap kesulitan ada kemudahan selama kita selalu mengingat Allah. Karena Cinta Allah melebihi cinta kita pada diri sendiri.

Paham cara yang tepat dalam merespon emosi dan perasaan diri sendiri

Self-awareness pada ibu bisa membantu mendeteksi perasaan yang muncul serta mengkalkulasi respon yang harus ibu diberikan pada kondisi tertentu. Misalnya, ketika anak balita kita sedang senang memasukkan semua benda dalam mulutnya dan berada pada fase oral aktif yang merupakan bagian dari proses pembelajaran. perlukah kita marah yang begitu hebat saat dia memasukkan remot tv yang mungkin dia tidak tahu apa yang sedang ia masukkan? 

Atau ketika anak kita sedang belajar mencuci piring lalu mereka membuat wastafel penuh sabun dan air, perlukah kita merespon dengan marah-marah karena membuat dapur jadi berantakan? padahal disaat yang sama, anak-anak telah berinisiatif secara mandiri untuk mencuci piringnya sendiri.

Self-awareness pada ibu membantu ibu memahami mana prioritas respon yang perlu ibu berikan pada kondisi dan situasi tertentu.

Paham cara untuk meningkatkan kualitas diri

Saat self-awareness sudah dimiliki seseorang, maka ia mampu memahami kekurangan dirinya, serta kebutuhan belajarnya. 

Contohnya ketika ibu paham bahwa anak-anak senang makan nugget. Tapi karena tahu process food tidak baik bagi anak, ibu belajar untuk membuat nugget sehat di rumah. 

Walaupun mungkin ibu bukan orang yang pandai memasak tetapi ketika ia berusaha mencari cara menyediakan makanan sehat, maka kemampuan memasak ibu secara perlahan akan meningkat.

Tanpa perlu diminta oleh orang lain, ibu telah menjadi manusia pembelajar karena kesadaran akan kebutuhannya untuk meningkatkan kualitas pada dirinya. lalu kalau ibu ingin punya self-awareness, dimulai dari mana?

Mengenal Diri Sendiri

Dari materi kelas bunda sayang batch 6 institut ibu profesional, sebelum memulai melatih kemampuan self-awareness, kita diajak untuk belajar mendeteksi, mengukur serta menerima perasaan yang sedang dialami dengan menuliskan seluruh perasaan tersebut. 

Perasaan yang diukur diantaranya perasaan dicintai, dipahami, dihargai, perasaan bernilai, percaya akan kompetensi diri, perasaan aman, dan terakhir perasaan diabaikan. Saat kita mulai mengukur perasaan dengan menuliskannya disitulah proses validasi dimulai. Perlahan tapi pasti proses refleksi dan introspeksi terhadap diri sendiri sedang berlangsung.

Tentu ini baru permulaan, namun seberapa penting self-awareness pada ibu disesuaikan dengan sudut pandang, pendidikan dan pengalaman setiap ibu. Karena self-awareness pada ibu hadir tidak dengan tiba-tiba, semua membutuhkan proses yang panjang hingga self-awareness itu hadir pada diri setiap ibu. Tidak ada kata terlambat untuk terus berproses menjadi manusia yang lebih baik, karena Allah selalu terbuka pada hambaNya yang terus belajar dari setiap kesalahannya.

Semangat belajar ibu. 


Komentar