5 Cara membangkitkan semangat beribadah di bulan ramadhan

5 Cara membangkitkan semangat beribadah di bulan ramadan 

Awal ramadhan tahun 2024 ini menjadi tahun ramadan yang aneh. Yang biasanya semangat tapi tahun ini malah males. Males ngapa-ngapain aja, kayak ramadan ini bukan ramadan yang istimewa. Padahal umur kan gak ada yang tahu ya, yakin masih ketemu ramadan tahun depan? terus biar bangkit lagi semangat beribadah di bulan ramadannya gimana?

Mau cerita dulu ya....

Seminggu sebelum ramadhan anak pertama ku harus dirawat di rumah sakit karena tipes. lalu setelah pulang dari rumah sakit aku pun demam selama 4 hari dengan sakit kepala dan ngilu yang luar biasa. 

Tapi namanya ibu ya, karena anak masih dalam masa pemulihan walaupun kepala pusing tujuh keliling, badan ngilu pegal seluruh tubuh, masak tetap jalan, tetap naik motor pergi ke warung, tetap membersihkan rumah agar semua bakteri di rumah juga hilang.

Jadilah awal ramadan itu tidak ada persiapan yang maksimal, jadilah bingung di awal ramadan mau ngapain, tidak ada gambaran atau target yang berarti malah yang ada hanya menjalankan ritual tanpa ada semangat beribadah.

Lalu apa yang dilakukan agar semangat beribadah kembali muncul untuk meraih berkah ramadan? Berikut 5 cara membangkitkan semangat ibadah di bulan ramadhan ala aleinajourney

1. Selalu Mengingat Kematian 

Awal ramadan setelah hari ke-3 ramadan ada pengumuman kematian diumumkan di toa musola. Setelah mendengar pengumuman itu lalu ada berita vokalis salah satu band kesukaan yang meninggal, membuat diri ini berpikir. Sebegitu santainya ya kita dalam mempersiapkan kematian. 

Seperti akan hidup selamanya padahal amal masih cetek, dosa masih segunung, bertobat belum dilakukan kalau sampai dipanggil, apa saja amal yang bisa dibawa? gak ada kan?

 


Lalu setelah mengingat kematian, langsung melakukan solat tobat, mohon ampun pada Allah atas kelalaian yang dilakukan secara sengaja dengan tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya padahal belum tentu ramadan tahun depan kita masih ada.

2. Mengingat Kondisi orang lain yang lebih susah

Selanjutnya selalu melihat ke bawah, maksudnya apa? ada orang lain yang ingin menjalankan ramadan dengan khusyuk tetapi tidak bisa karena kondisi yang tidak memungkinkan. Seperti saudara kita di Gaza, Palestina. Mereka tidak dapat beribadah ramadan dengan tenang karena dibayang-bayangi serangan dari Israel yang terus membombardir rumah-rumah mereka.

Atau para tuna wisma yang tidak dapat tidur layak, makan yang layak karena kondisi tersebut mereka pun tidak dapat beribadah dengan khusyuk. 

Sedangkan kita dengan segala kelapangannya apakah masih sulit membangkitkan semangat beribadah?apakah harus merasakan kesusahan dulu baru semangat beribadah kita bangkit di bulan ramadan?

3. Mendekatkan diri dengan Circle Yang mengingatkan untuk ibadah

Setelah mengingat kematian dan melihat kondisi sekitar yang lebih susah, tunjukan aksi nyata dengan melakukan ibadah dengan khusyuk, salah satunya dengan mengikuti komunitas yang mengingatkan diri untuk melakukan ibadah sunnah yang lebih banyak serta melakukan amal baik.

Untungnya sebelum sakit, aku sempat daftar kelas qur'an journaling dengan pemateri Rusna Meswari. Jadi pada saat meleng sedikit di awal ramadan, ada grup whatsapp yang mengingatkan untuk tetap dekat dengan alqur'an. 

Sudah bisa dibuktikan, setidaknya kita punya satu komunitas yang secara konsisten mengingatkan untuk melakukan ibadah maka kita pun akan tetap memiliki seseorang yang mengingatkan kita untuk kembali semangat beribadah di bulan ramadan.

4. Mengingat bulan keberkahan hanya ada 1 kali dalam setahun

Bulan ramadan adalah bulan dimana seluruh ibadah kita dilipatgandakan pahalanya. Dan seluruh alam pun merasakan keberkahan bulan ramadan, bahkan umat nonmuslim pun merasakan kemeriahan ramadan dengan berburu takjil di bulan ramadan.

Kita sebagai umat islam memanfaatkan dengan melakukan ibadah wajib dan sunnah sebanyak-banyaknya. Yang tadinya tidak solat sunnah rawatib sekarang dengan solat sunnah rawatib. Yang tadinya baca qur'annya bolong-bolong, sekarang setiap hari membaca alqur'an.

Yang tadinya hanya membaca alqur'an arabnya saja sekarang membaca artinya, yang tadinya tidak pernah hadir kajian, sekarang hadir kajian. Semua itu bertujuan untuk meraih sebanyak-banyaknya pahala yang jumlahnya tidak sebesar selain di bulan ramadan. Masa dengan bonus sebanyak itu semangat beribadah kita tidak bangkit? rugi dong.

5. Rejeki hadir dari arah tak terduga

Bulan ramadan identik dengan bulan berbagi. Dimana hampir seluruh masjid akan membagikan takjil gratis untuk para jama'ah yang hadir. Jika waktunya sahur pun ada yang menyediakan sahur untuk para jama'ah. 

Begitupun kita, saat bulan ramadan sepertinya keuangan akan terkuras habis karena harus ikut buka puasa bersama, sahur on the road, dan setelah itu harus berbagi thr untuk sanak saudara.

Tapi apakah setelah kita berbagi kita menjadi kekurangan? tidak kan? malah rejeki untuk kita setelahnya datang dari arah yang tak terduga. Karena sesungguhnya yang mencukupkan kita bisa berbagi di bulan ramadan dan nanti di hari raya adalah Allah swt.

Tidak pantas kita berpikir kekurangan sedangkan Allah maha pemberi rejeki. Apalagi di bulan ramadan seluruh lini bisnis mendapatkan keuntungan. Dari makanan, pakaian, ekspedisi, semua kebanjiran orderan karena bulan ramadan adalah bulan keberkahan, bulan kebahagiaan.

Yakin masih males beribadah di bulan ramadan? Rugi Dong!

5 Cara membangkitkan semangat beribadah di bulan ramadan dapat dijadikan referensi kita untuk tetap mengingat Allah. Sesungguhnya ramadan adalah bulan berkah, sayang jika kita melewatkan keberkahan ini dengan bermalas-malasan karena belum tentu usia kita sampai ke ramadan berikutnya. Semangat beribadah di bulan ramadan!

Komentar