Siapa yang pengen anaknya disini senang puasa? atau mau puasa sendiri tanpa diminta oleh orang tua? memang tidak mudah ya semua itu pasti membutuhkan lingkungan dan kerja sama satu keluarga di rumah agar kesadaran itu dapat dibangun sejak usia dini.
Berpuasa identik dengan menahan lapar dan haus bagi anak-anak. Menahan lapar dan haus adalah kegiatan yang tidak mudah bagi anak-anak, apalagi jika anak kita di rumah termasuk anak yang aktif bergerak sehingga membutuhkan stamina tinggi dalam beraktifitas, apa bisa mau puasa sendiri?
Tapi ada lho anak-anak yang dengan kemauannya sendiri ingin berpuasa, masa sih? Biasanya anak-anak akan memiliki keinginan sendiri berpuasa karena berada di lingkungan terdekat yang taat beribadah yang sudah memiliki kebiasaan sehari-hari berpuasa di rumah.
Berikut adalah 5 cara membangun kesadaran berpuasa pada anak usia dini,
1. Terbiasa melihat anggota keluarga terdekat beribadah puasa
Ini perkenalan yang paliiing awal. Terbiasa melihat secara langsung anggota keluarga berpuasa. jadi anak merasakan langsung kegiatan sahur, lalu pada siang hari tidak makan, dan pada saat maghribnya berbuka puasa. Dari sini anak mengenal bahwa ada ibadah selain solat, yaitu berpuasa di bulan ramadan.
2. Dibacakan cerita mengenai indahnya berpuasa di bulan ramadan
3. Libatkan anak dalam setiap kegiatan beribadah di bulan ramadan
4. Beri apresiasi saat melibatkan anak dalam kegiatan beribadah di bulan ramadan
5. Menanyakan kepada anak apakah mau ikut berpuasa
Membangun Kesadaran Berpuasa pada anak
Upaya orang tua membangun kesadaran berpuasa tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Harus dimulai sejak dini dan dicontohkan oleh orang tua sejak anak masih batita. Dan jika kita ingin anak memiliki kesadaran sendiri untuk berpuasa, orang tua dapat menggambarkan betapa indahnya bulan ramadan dan betapa indah berpuasa sehingga anak juga paham bahwa bulan puasa adalah bulan yang istimewa.






Komentar
Posting Komentar